Kura-kura brasil

Kura-kura adalah hewan yang sering dipelihara para hobiis ikan hias sebagai pelengkap akuarium. Karena saya pernah memelihara beberapa kura-kura air, maka saya akan coba sedikit mendongeng tentang salah satu kura-kura yang pernah saya pelihara, yakni kura-kura brasil atau sering disingkat RES (Red Ear Slider).
res
Kura-kura brasil anakan
Red Ear Slider atau disingkat RES adalah kura-kura asal Benua Amerika yang sudah banyak dikembangbiakkan di Indonesia dan umum ditemui di toko-toko ikan hias. Kura-kura ini dapat mencapai ukuran maksimal 35-40 cm (tempurung). Ketika masih kecil ciri fisiknya adalah tempurungnya berwarna kehijauan, tubuh berwarna gelap dengan garis kuning dan di bagian kuping berwarna merah. Namun ketika dewasa warna tempurungnya akan berwarna gelap kecoklatan. seperti di bawah ini :


red ear slider
Kura-kura Brasil dewasa (pict by jose copy)

Pemeliharaan
Pemeliharaannya cukup mudah karena RES hidup di perairan tropis dengan kisaran suhu antar 20-30 derajat celcius sama seperti iklim di Indonesia. Jika sudah berukuran 10 cm keatas RES sangat mudah beradaptasi dengan segala kondisi air. Biasanya para penghobi memelihara RES di kolam atau akuarium. Namun saran saya kura-kura ini lebih baik dipelihara di kolam yang terkena matahari secara langsung dan dibuatkan tempat berpijak agar bisa berjemur. RES adalah hewan air yang mengeluarkan banyak kotoran, maka dari itu kolam perlu diganti air tiap kali terlihat kotor dan bau, karena dikhawatirkan akan mengganggu lingkungan sekitar dan tak sedap dipandang hehehe. Untuk RES yang masih bayi berukuran tempurung kurang dari 10 cm air harus bersih dan rajin dikuras tiap kali kotor. Karena pada umur tersebut res masih sangat rentan terhadap lingkungannya.

Teman saya di Bantul memelihara kura-kura jenis ini banyak sekali dan ditempatkan di kolam yang pinggirnya diberi pasir untuk tempat pijakan saat kura-kura berjemur. Bahkan beberapa RES yang dia miliki sudah sering bertelur. RES milik teman saya tersebut bertelur dan menetas di pasir tersebut. Tapi terkadang juga telur-telur tersebut di karantina dan ditetaskan di tempat tersendiri yang berisi pasir atau serutan kayu lembab dan ditempatkan di tempat yang hangat dan lembab. Biasanya dalam satu kali berkembangbiak RES yang dia miliki mampu bertelur 5-10 butir.

Ini adalah kolam RES milik teman saya, pinggirnya diberi pasir untuk tempat berjemur dan bertelur :

res
Kolam milik teman saya, Aris (pict by me)
Makanan
RES adalah hewan yang tergolong Omnivora yakni pemakan segalanya, karena itu makanannya cukup mudah didapat, apa saja dilahapnya, contohnya : sayur, tahu, serangga, pelet ikan, ikan kecil, daging, dan sejenisnya. Makanan diberikan secara teratur saja, jangan berlebihan karena akan mengotori air. Walaupun makanan RES mudah didapat, tapi nafsu makan RES gampang berubah-ubah seperti hati wanita. Jika makanan yang diberikan tidak mau dimakan cobalah untuk memberikan makanan lain, misalnya tidak mau makan tahu ya beri aja tempe :D . Oh iya, Untuk RES yang masih bayi berukuran <9 cm berilah makanan seperti jentik nyamuk, ikan cethul, potongan udang atau serangga berukuran kecil seperti lalat.

(teddy)

Related Posts:

Aba-aba (gymnarchus niloticus)

Ikan Aba-aba adalah satu-satunya ikan dari keluarga Gymnarchidae dan genus Gymnarchus. Aba-aba memiliki tubuh berwarna hitam, tubuhnya memanjang dengan sirip di leher dan sirip punggung. Berbeda dengan Knife fish jenis lainnya yang memiliki sirip memanjang diperutnya yang memanjang sampai ekor seperti belida, ikan aba-aba justru memiliki sirip yang terletak di punggungnya. Aba-aba mampu mencapai ukruan panjang maksimal lebih dari 150 cm.

Daerah asal dan penyebaran
Aba-aba adalah ikan yang berasal dari Afrika. Tersebar di danau dan di sungai-sungai seperti sungai nil, turkana, chad, senegal. Dan masuk ke Indonesia sebagai ikan hias dari kalangan penghobi ikan predator.
pict by wikipedia
pict by me

Kingdom :  Animalia
Phylum    : Chordata
Class        : Actinopterygii
Order       : Osteoglossiformes
Family      : Gymnarchidae
Genus       : Gymnarchus (Cuvier, 1829)
Species     : G. niloticus

Karakter
Ikan aba-aba adalah ikan listrik yang mempunyai pengelihatan yang buruk. Ikan ini mampu menghasilkan listrik dari tubuhnya. Namun medan listrik yang dihasilkan oleh aba-aba bukan untuk melumpuhkan mangsanya tetapi untuk membantu mendeteksi mangsa (semacam alat sensor). Aba-aba tergolong ikan nocturnal yang cenderung aktif mencari mangsa pada malam hari.

Tampang bisa menipu, walaupun kelihatan unyu-unyu seperti mantan Anda, ikan Aba-aba adalah ikan predator yang sangat buas dan teritorial. Ikan ini dibekali dengan gigi-gigi yang tajam seperti silet untuk mengoyak mangsanya. Bahkan mangsa yang lebih besarpun mampu dipotong-potongnya menjadi seperti crapy patty. Untuk ketajaman giginya tak perlu diragukan lagi, kemarin saya dapat cerita dari teman saya si William kalau kabel powerheadnya dipotong oleh gigi-gigi tajam ikan ini.
Karena ikan ini sangat teritorial jangan pernah mencampur ikan ini dengan ikan yang bersisik tipis, ikan dasar atau ikan yang lambat, Karena tankmate bisa dibuat cacat oleh aba-aba. Saya dulu pernah mengcomtank ikan ini dengan ikan Hujeta yang memiliki kecepatan tinggi dan tipe perenang atas dan hasilnya adalah aman-aman saja. Tapi lebih baik jangan mengambil resiko dengan mengcomtank ikan ini.

Sekedar peringatan saja. Karena indra pengelihatan aba-aba sangat payah dan hanya mengandalkan medan listrik dari tubuhnya untuk mencari mangsa maka dia akan menyambar apa saja yang terdeteksi oleh medan listriknya. Jika menjumpai ikan Aba-aba yang berukuran 80 cm atau lebih jangan mencelupkan tangan ke dalam akuarium atau jari anda akan hilang.

Sebagai ikan hias
Aba-aba sudah banyak dijadikan peliharaan oleh banyak kolektor ikan hias, terutama kolektor ikan predator. Di kota-kota besar sudah banyak yang menjualnya dari mulai ukuran baby sampai ukuran dewasa. Namun kebanyakan pedagang menjual yang ukuran kecil yakni antara 7 cm - 30 cm.
Ikan ini unik dan cukup unyu untuk dipelihara. Saya suka cara makannya yang mencabik-cabik mangsanya terlebih dahulu sebelum ditelan, perawatannyapun cukup mudah. ikan ini mau makan ikan mati ataupun ikan hidup, dan tak akan berhenti makan sampai perutnya penuh. Terkadang walaupun sudah penuh perutnya aba-aba masih saja membunuh ikan-ikan pakan, mungkin ia penganut aliran Jasin. (teddy)

Related Posts:

Ikan Louhan (flower horn)

Kali ini saya akan bercerita tentang ikan yang sempat sangat populer pada tahun 2000an awal, Louhan. Siapa yang tak kenal dengan ikan yang satu ini? beberapa tahun yang lalu ikan ini sempat booming di kancah perikanan hias nasional. Dari mulai anak-anak sampai orang tua pasti tahu Louhan, tak sedikit pula yang memeliharanya, dari mulai orang yang memang hobi ikan sampai orang yang mulanya tidak hobi memelihara ikan ikut-ikutan juga memelihara ikan ini, para pedagang-pun berduyun-duyun tak ketinggalan meraup untung dari ikan yang satu ini. Bahkan sampai ada lagu campur sari yang mungkin terinspirasi dari ikan ini hehehehe begini liriknya :

Nonong sing nonong sapa sing nduwe
Nonong sing nonong sing ayu dhewe
Nonong nambahi ayu ayu ayu dhewe
Nononge nambahi manis manis manis dhewe

Daya pikat utama ikan ini terletak pada warnanya yang indah serta bentuk kepalanya yang unik. Adapula yang memelihara louhan karena ikan ini dipercaya membawa keberuntungan (maksudnya menguntungkan para pedagang lohan :) ) Walaupun sekarang sudah tak sepopuler dulu, tapi orang-orang masih banyak yang suka terhadap ikan ini karena memang ikan ini memiliki keindahan dan keunikan tersendiri.

pict by jojo home
Asal mula
Louhan adalah jenis ikan spesies baru buatan manusia dari hasil penyilangan beberapa jenis chiclid (Hybrid). Entah pada mulanya dari silangan apa saja, saya tidak tahu, mungkin penciptanyapun juga lupa :D tapi dilihat dari fisik dan warnanya hampir dapat dipastikan ikan red devil dan parrot turut andil secara genetic dalam penciptaan ikan louhan pertama.

Ikan louhan pertama kali di kembangbiakan di Malaysia dengan menyilangkan beberap jenis chiclid. Dan setelah terciptanya louhan pertama, Louhan lalu di sempurnakan secara bertahap dengan cara menyilangkannya lagi dengan chiclid-chilid jenis lain. Riset penyilangan dilakukan di Singapura, Thailand dan Taiwan, hingga sekarang ini US pun ikut menyempurnakan ikan ini untuk mendapatkan ikan louhan yang lebih bagus. Dari sebagian riset ada yang berhasil menciptakan jenis-jenis baru contohnya Seperti louhan kamfa yakni hasil silangan yang berhasil antara louhan dengan vieja.


Penyilangan
Untuk mendapatkan jenis louhan yang bagus hingga sekarang sudah banyak peternak yang melakukan penyilangan, termasuk peternak di Indonesia. Dari riset tersebut rata-rata tingkat keberhasilannya untuk mencetak Louhan berkualitas kurang dari 25%. Sedangkan ikan Louhan yang "gagal" akan dilempar ke pedagang kecil dengan harga murah, dibuat pakan ternak atau dibuang begitu saja ke sungai atau danau di wilayah perairan lokal. Membuang Louhan ke sungai adalah kelakuan peternak yang sangat bodoh, karena dampaknya sangat membahayakan perairan lokal kita. Sebagaimana yang kita ketahui ikan Louhan adalah ikan yang sangat agresif, jika masuk kesungai dan berkembang biak maka ikan-ikan lokal kita akan tersingkir dari habitatnya, seperti yang terjadi di Rawa Pening dan dan Waduk Sermo.

Berbeda dengan ikan jenis lainnya, Louhan tidak memiliki nama ilmiah (nama latin), di karenakan louhan adalah ikan hasil silangan dari berbagai spesies cichlid. Jika ditulis nama ilmiahnya aturan penulisannya adalah dengan menyantumkan semua nama ilmiah induknya. Contoh : Cichlasoma citrinellum X Cichlasoma synspilum X Amphilophus labiatus X Amphilophus trimaculatus.
Tetapi karena sekarang kebanyakan louhan induknya sudah tidak jelas asal-usulnya dari silangan cichlid apa saja karena perilaku oknum peternak ngawur yang menyilangkan Louhan tanpa didata terlebih dahulu induknya, maka spesies ikan ini sangat susah diidentifikasi dan dimasukan dalam klasifikasi ilmiah.


Sebagai ikan hias
Sedikit mengenang masa lalu, ikan Louhan di awal tahun 2000-an merupakan ikan yang paling populer di Indonesia dan mungkin di dunia. Hingga banyak toko-toko dadakan yang muncul. Harganyapun agak mahal. Seingat saya jaman dulu yang banyak di cari orang dan harganya paling mahal adalah jenis kamalau, bahkan mencapai harga 300an ribu rupiah untuk anakannya seukuran jempol sikil, uang 300 ribu di tahun itu banyak sekali.

Saat booming louhan dulu saya cuma bisa beli louhan antahbrantah dengan harga 35 ribu, warnanya memprihatinkan, mungkin di zaman sekarang ini kalau di jual 10.000 rupiah tidak laku. Di toko-toko kecil (toko dadakan) di kampung saya pada waktu booming louhan selain pada jenis mereka juga menentukan harga dari tingkat banyaknya mutiara dan warna merah di tubuh louhan,.Entah jenisnya apa, pokoknya yang mutiaranya banyak harganya mahal, mungkin hal tersebut di jaman sekarang ini masih dipakai buat patokan harga :)

Walaupun sudah tidak sepopuler awal tahun 2000-an dulu, tetapi masih banyak yang meminati ikan ini, hal ini dapat dilihat dari banyaknya toko-toko ikan hias yang masih menjual ikan louhan. Bahkan sampai sekarang masih menjadi salah satu ikan "wajib" di toko-toko ikan hias.

Karena berternak louhan cukup gampang seperti berternak cichlid, maka banyak peternak lokal yang berternak ikan ini dan stoknyapun memenuhi pasaran hingga dijual murah terutama barang jawa timuran. Semua Louhan dengan kelas menengah kebawah 99% adalah produk peternak lokal. Walaupun beberapa jenis louhan harganya sudah tidak semahal dulu tapi ada juga louhan yang harganya masih lumayan seperti SRD. dan louhan-louhan jenis lain yang bagus-bagus. Sekarang di kota kelahiran saya di Kudus sudah banyak yang berternak louhan yang keren-keren, saya doakan semoga kualitasnya mampu bersaing di pasar nasional bahkan internasional :)
Mungkin sampai disini dulu, mata saya sudah sangat mengantuk, pembahasan lebih detail tentang jenis-jenis louhan mungkin akan saya lanjutkan ketika saya bangun tidur beberapa abad lagi.

Related Posts:

Ikan Sidat

Ikan sidat atau sering di sebut Moa, Oling (Jawa), Unagi (Jepang), Pelus (Jawa), Masapi (Kalimantan), Lubang (Jawa Barat) adalah ikan yang termasuk dalam kategori ordo Anguilliformes sub ordo Anguilloiedei. Daerah penyebaran sidat adalah di daerah-daerah yang berbatasan dengan laut dalam, seperti laut selatan. Berdasarkan report para pemancing, ikan ini mampu tumbuh hingga mencapai berat lebih dari 20 kg. Ciri fisiknya adalah bentuknya memanjang seperti ular, bermulut lebar dan mempunyai sepasang sirip dayung di lehernya. Ikan sidat termasuk ikan nokturnal yakni ikan yang aktif mencari makan pada malam hari. Makananya berupa ikan, cacing, serangga hingga unggas.

sidat
sidat (pict by angky vladimir)
Perbedaan Sidat dengan Belut
Kalau di lihat sekilas memang mirip antara sidat dan belut namun ada beberapa perbedaan yakni :
  • Sidat mampu tumbuh besar bahkan mencapai bobot 20 Kg, sedangkan belut maksimal cuma 1 Kg, itupun jarang.
  • Sidat mempunyai sepasang sirip di lehernya yang menyerupai kuping, sedangkan belut tidak punya
  • Sidat dari ordo Anguilliformes, sedangkan belut dari ordo Synbranchiformes
  • Sidat memiliki sirip sempurna, Sirip dada, sirip anus, sirip punggung sedangkan belut tidak punya.

Fase Hidup Sidat
Sidat adalah ikan petualang yang selama fase hidupnya berpindah-pindah habitat, fase hidup sidat adalah keterbalikan dari fase hidup ikan salmon, yakni ketika sudah dewasa sidat akan menuju ke laut dalam untuk kawin dan bertelur, setelah bertelur sidat dewasa akan mati dan telur-telur sidat yang menetas menjadi sidat-sidat kecil (glass eel) akan berenang dari laut ke muara, setelah cukup dewasa dan mampu berenang melawan arus sidat akan naik menuju ke sungai air tawar, bahkan ada sidat yang mencapai sungai-sungai di daerah pegunungan. Sidat-sidat dewasa akan cukup lama menempati sungai-sungai tawar hingga mereka siap untuk kawin. Ketika sudah dewasa sidat akan kembali kelaut dengan memanfaatkan arus sungai yang banjir saat musim penghujan. Setelah sampai di laut sidat akan kawin dan mati. Namun perjalanan sidat tak selalu mulus, kadang ada juga sidat dewasa yang seumur hidupnya tak bisa kembali ke laut, biasanya karena terdampar di danau atau bendungan dan tidak menemukan jalan kembali sehingga menjadi jomblo abadi, seperti kisah cintamu :D

Budidaya sidat dan Harga di pasaran Internasional
Sidat adalah ikan yang enak untuk di konsumsi. Di Jogja saya pernah menjumpai tempat makan dengan menu utama ikan sidat. Dagingnya yang enak dan penuh kandungan gizi adalah salah satu nilai ekonomis dari ikan ini. Dikarena kebanyakan masih mengandalkan tangkapan alam harga ikan inipun jauh lebih mahal dibanding ikan konsumsi lainnya.

berikut ini adalah perbandingan kandungan DHA dan EPA ikan sidat dibanding ikan jenis lain yang saya dapat dari website DJPB Kementerian Kelautan dan Perikanan :

Kandungan DHA dan EPA  (mg/100g)

No    Jenis Ikan          DHA      EPA
1       Sidat                1.337       742
2       Salmon                820      492
3       Tenggiri               748      409

Di pasaran lokal ikan sidat dihargai cukup mahal yakni 80-200 ribu perkilogram. dan lebih mahal lagi di pasaran Internasional, sidat bisa mencapai harga jutaan rupiah perkilogram jika di Ekspor. Bahkan bisa mencapai puluhan juta rupiah seperti yang di beritakan berikut ini Budidaya Ikan Sidat yang Menggiurkan, Harga Rp70 Juta/Kilo Peminatnya adalah negara-negara Eropa dan Jepang.

Di Indonesia sudah banyak pembudidaya ikan ini. Mereka hanya melakukan pembesaran saja tidak berternak. Bibit sidat masih mengandalkan tangkapan alam. Di tahun 2012 saya pernah menjual 30 ekor anakan sidat ke salah seorang pembudidaya sidat di Jogja. Dia berani bayar 7.500 Rupiah per ekornya untuk ukuran sebesar jari kelingking.
Sayangnya dari sekian banyak pembudidaya sidat termasuk juga kementerian kelautan dan perikanan belum bisa mem-breed ikan ini dikarenakan sidat hanya bisa berkembang biak di laut dalam dan juga jenis kelamin sidat tidak jelas. Jenis kelamin sidat di pengaruhi oleh parameter air. Karena semua pembudidaya sidat masih belum dapat membreed sidat, semua bibit sidat yang mereka besarkan hanya mengandalkan tangkapan alam. Yang saya takutkan adalah lambat laun sidat bisa terancam punah jika terus-terusan di eksploitasi seperti ini.

Sidat di kalangan pemancing
Ikan sidat adalah salah satu target buruan memancing yang paling banyak di cari para penggila mancing. Bagi para pemancing Jogja dan sekitarnya ikan sidat sudah dianggap sebagai maskotnya ikan air tawar. Jika mendapatkan ikan ini ada kebanggaan tersendiri yang dirasakan, apalagi kalau ukurannya besar.

Rata-rata pemancing sidat memakai joran khusus yang pegangannya terbuat dari bambu pilihan dan ujungnya terbuat dari grapit atau karbon yang sangat kuat. Umpannya menggunakan burung emprit, tikus, ulat tanah, gendon, cacing ungker, dll. Para pemancing biasanya memilih waktu malam hari dan memilih tempat-tempat yang angker untuk memancing ikan ini. Karena menurut mereka makin angker suatu sungai makin banyak pula sidatnya. Dari ular sampai hantu seperti pocong dan gendruwo adalah hal yang biasa bagi para pemancing sidat.
Saya juga pernah ikut mancing sidat beberapa kali ditempat-tempat angker (pelosok/dekat kuburan) dan hasilnya, boncosssss.


Sidat sebagai ikan hias

Ada banyak sekali spesies ikan dari keluarga anguila yang tersebar di Dunia. Di Indonesia sendiri ada 7 Jenis yakni A. Bicolor, A. Obscura, A. Acestralis, A.Celebesensis, A. Interioris, A.Borneensis, A. Marmorata. Dari ketujuh spesies itu yang paling banyak di jumpai dan di budidayakan atau di pelihara sebagai ikan hias adalah jenis A. Marmorata dan A. Bicolor

1. Anguilla Marmorata
Sidat jenis ini bercirikan warnanya yang kuning kehijauan dengan totol-totol hitam, Sidat jenis inilah yang paling banyak dipelihara sebagai ikan hias. Di Jogja sidat jenis ini mempunyai nama lokal Sidat Kembang dan banyak terdapat di sungai Winongo. Hampir semua sidat yang berhabitat di sungai Winongo adalah sidat kembang. Oh iya, sidat jenis ini harganya lebih mahal daripada sidat jenis lainnya baik untuk keperluan konsumsi ataupun hias. Berikut ini adalah foto sidat kembang saya yang saya beli dari salah satu teman saya dan juga sidat kembang monster milik Lik Paimo :

sidat
pict by teddy
sidat
pict by Teddy

pict by lik paimo

2. Anguilla Bicolor

Sidat jenis ini berwarna hitam polos dengan perut warna putih. Orang jogja menyebut sidat jenis ini: Sidat Kebo. Kebanyakan jenis inilah yang dibudidaya sebagai ikan konsumsi, namun ada juga yang memeliharanya di akuarium. Sidat jenis ini adalah sidat yang paling gampang jinak, bahkan bisa nyamperin pemiliknya jika akan diberi makan.
berikut adalah foto anguilla bicolor :

pict by agus arwana sentausa

pict by banyu gana

Ikan sidat adalah ikan yang unik untuk dipelihara karena tingkahnya yang lucu, kadang ikan sidat juga sering tidur seperti foto ini:


sidat tidur (by sukartono last marmorata)

Bagi yang baru pertama kali memelihara sidat pasti akan kaget melihat ikan sidat sedang tidur pasti dikira mati hehehe. Ikan yang sangat unik dan cocok untuk dipelihara. Semoga kelestariannya tetap terjaga sampai kiamat nanti (teddy)

Related Posts:

Pasar Pingit Jogja, salah satu pusat penjualan ikan hias

Pasar pingit adalah sebuah kompleks pasar tradisional yang terletak di jalan Kiai Mojo, Yogyakarta. Untuk lebih gampangnya dari arah tugu jogja lurus terus ke barat, ada lampu merah masih kebarat sekitar 200 m, nah letak pasarnya ada di selatan jalan. Seperti pasar tradisional pada umumnya di pasar pingit banyak pedagang yang menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari seperti beras, singkong, sayur, lauk pauk, bumbu dapur, alat masak, baju, mie ayam, nasi padang, akik, sego bening dll.

Namun tak cuma itu. Di dalam kompleks pasar pasar pingit sebelah timur ada deretan kios-kios yang di khususkan untuk pedagang ikan hias. Kurang lebih ada 7 kios pedagang ikan hias. Ikan-ikan yang di jual disini lumayan lengkap, dari mulai pakan ikan untuk pakan predator, tanaman air, ikan hias yang ramah hingga yang galak, bahkan kodok Afrika. Selain menjual ikan atau hewan, para pedagang disini juga menjual akuarium, aksesoris dan peralatan akuarium lainnya. Umpan mancing seperti lumut dan kodok pun dijual disini. Harganyapun relatif lebih murah jika dibandingkan dengan harga toko. Karena saya sering ke pasar ini, saya kenal dengan beberapa pedagangnya seperti pak Edi, bu Tutik, mas Yanto, mbak Nurul, mas Nafis, Bu Hajjah dan Charli jagoan betta.
Pasar pingit saat terkena abu kelud (pict by me)
1. Pak Edi
Tempat pak Edi berjualan adalah di kios ikan keempat setelah gerbang, ciri-cirinya adalah orangnya tidak gondrong dan sangat ramah. Saya sering berkunjung kesini, bahkan saya pernah minta tolong menitipkan ikan-ikan saya ke kios pak Edi. Kios milik pak Edi menjual perlengkapan akuarium dan berbagai macam ikan hias yang jarang ditemui di kios-kios lain .


pasar pingit
Pak Edi di Kiosnya (pict : adi wisaksono)

2. Bu Tutik
Kios Bu Tutik terletak di ujung pasar, tepatnya di depan kamar mandi pasar agak ke barat. Yang di jual di kios ini mulai dari ikan pakan, aksesoris, ikan hias sampai dengan ikan predator, orangnya enak, terkadang mau diajak barter Ikan ataupun nitip ikan. Saya sering kesini terutama jika membeli pakan dan minta plastik. Dalam berjualan bu Tutik sekarang sudah di bantu oleh anaknya.


Bu Tutik tetap melayani Kaito walaupun cuma liat-liat ikan saja (foto : mas tri)

3. Mas Yanto dan Mbak Nurul
Kios Mas Yanto terletak di ujung kedua deretan kios ikan, Kios ini menjual berbagai macam ikan dan umpan mancing. Kios milik mas yanto adalah kios yang paling besar diantara kios milik pedagang lainnya, mungkin menyewa 3 atau 4 kios yang dijadikan satu. sebelum berangkat mancing saya biasanya membeli upan udang disini.

kios mas yanto (pict by me)






4. Charlie Jagoan Betta
Kios Charlie terletak di kios kedua dari gerbang utara pasar pingit, penandanya adalah papan nama bertuliskan "Jagoan Betta". Di kios ini Charlie melayani pembeli bersama istri dan anaknya. Banyak ikan yang dijual di kios milik charli, namun kebanyakan adalah ikan cupang aduan, dari mulai cupang aduan lokal sampai cupang aduan medan ada disini. Kualitas cupangnyanyapun menurut saya sudah lumayan bagus. Bagi penghobi cupang cobalah mengunjungi kios ini saat singgah ke Jogja.

jagoan betta
anak-anak sedang memilih cupang di kios milik Charlie
Di Jogja, saya lebih memilih membeli pakan di pasar-pasar tradisional seperti pasar pingit ini, karena harganya lebih murah. Seperti contohnya Bu Tutik dan Mas Yanto yang membawa sendiri ikan-ikan pakan (tombro, Nila, Tawes) langsung dari rumahnya (Magelang) yang memang daerah tempat budidaya Ikan. Dan itu menjadikannya lebih murah. Koleksi Ikan-ikan hias di pasar pingitpun tak kalah dengan koleksi toko-toko besar di Jogja. Bahkan ada Ikan NGT, Golden Toman dan Baung jaksa juga di pasar pingit. Menurut saya pasar pingit adalah pasar ikan paling lengkap di Jogja. (Teddy)

Related Posts:

Peacock Bass (Cichla S.P)

Peacock Bass atau para penghobi sering menyingkatnya dengan pbass adalah salah satu ikan air tawar dari keluarga Cichlidae yang berukuran besar. Penyebarannya meliputi sebagian besar Amerika Selatan dan terbagi atas banyak jenis spesies. Salah satu spesiesnya yakni Cichla Temensis adalah chichlid terbesar di benua Amerika.
Bayi peacock bass ngemut ikan mas (by aqualandpetsplus.com)
Karakter
Mulutnya yang besar menandakan bahwa ikan ini adalah predator rakus yang mampu menelan ikan besar. Selain makan ikan pbass juga memangsa hewan air lain seperti udang dan katak. Di alammnya dalam berburu mangsa pbass berenang bergerombol. Di dalam akuarium ikan ini bisa dicomtank bersama dengan ikan-ikan lain asal dengan ukuran yang tidak masuk ke mulutnya.

Sebagai ikan hias
Pbass adalah ikan dengan warna yang indah dan memiliki banyak ragam warna, karenannya ikan inipun dijadikan ikan hias oleh kalangan penghobi. Di Indonesia sendiri pbass sudah lama masuk sebagai ikan hias. Di kota-kota besar sudah banyak kios-kios yang menjual ikan ini. Hargannyapun beragam dari mulai yang termurah seperti monocolus yakni dengan kisaran harga 15.000 rupiah untuk ukuran baby sampai pbass yang masih import seperti temensis dan azul yang untuk ukuran babynya dibandrol dengan harga ratusan ribu rupiah. Walaupun sebenarnnya ikan ini bukan berasal di Indonesia, tetapi ada beberapa pbass yang sudah bisa dibreed di Indonesia yakni seperti Kalberi, Orinoco dan Monocolus. Jadi para pedagang ikan tak perlu mendatangkannya langsung dari luar negeri sehingga menjadikan hargannya lebih murah.

Perawatan
Pbass termasuk ikan yang mudah perawatannya karena merupakan ikan tropis. Untuk memelihara Pbass cukup gunakan tank minimal 60x35 cm dan powerhead beserta sistim filtrasinya. Makin besar tank makin bagus. Untuk dekorasi gunakanlah dasaran gelap dan lampu yang terang. Meskipun tergolong ikan yang mudah untuk dipelihara namun pbass agak sensitif dengan kondisi air terutama jika ukurannya masih baby. Jika kondisi air kurang bersih kebanyakan pbass akan terserang white spot yakni jamur putih yang menempel pada tubuh ikan. Untuk penggunaan air saya rekomendasikan untuk menggunakan air sumur. Apabila menggunakan air PAM lebih baik endapkan terlebih dahulu 24 jam sebelum dimasukkan ke tank. Pengendapan perlu dilakukan supaya kandungan zat kimia dalam air PAM terendap didasar guna mengurangi kandungan zat kimia dalam air. Kandungan zat kimia pada air bisa menyebabkan pbass mati mendadak. Untuk pemberian pakan berilah pakan hidup seperti ikan, udang dan katak untuk ukuran dewasa dan cacing tanah atau cacing sutera untuk pbass ukuran baby. Berilah makan 1-2x saja sehari.

Penanganan penyakit
Jika pbass sudah terlanjur terkena penyakit seperti white spot cukup beri methyl blue, garam ikan atau daun ketapang lalu air kuras 25% tiap hari. Akan lebih bagus lagi jika ditambah dengan menggunakan heater yang diset 30-32 derajat.  Oh iya, perlu diperhatikan juga jika saat musim penghujan dan akuarium pbass ditempatkan di tempat yang mudah terpengaruh suhu di luar, seperti teras dan ruang tamu. Saya rekomendasikan untuk menggunakan heater yang diset pada suhu 28 derajat celcius, karena pada suhu dingin pbass mudah untuk terjangkit ws.

Berikut adalah foto jenis-jenis peacock bass :

1. Peacock bass occelaris

Peacock Bass Occelaris


2. Peacock bas azul

peacock bass azul
peacock bass azul (by kaskus)

3. Peacock bass orinoco
Peacock bass Orinoco (by Adhi Pratama)

3. Peacock bass pinima
Peacock Bass Pinima (by www.raubwelse.de)


4.Peacock bass pleizona
Peacock bass Pleiozona (by julian gonzalez)



5. Peacock bas temensis
Peacock Bass Temensis (foto by http://www.cichlids.com/)


6. Peacock bas thyrorus
Peacock bass thyrorus

7. Peacock bass monocolus

monoculus
Peacock Bass Monoculus (pict by Yudas)

8. Peacock bass vazzoleri
Cichla vazzoleri
Cichla vazzoleri by lilieqq.blog.163.com

9. Peacock bass intermedia
Cichla Intermedia by Enrico Richter




10. Peacock bass jariina

Peacock Bass Jariina (by Actueangling.com)

11. Peacok bass Kelberi
Peacock Bass Kelberi (pict by Hanggoro)


12. Peacock bass melanie
Peacock Bass Melanie (xingu) by MFK


13. Peacock bass mirianae

Peacock Bass Mirianae (by Luana Pigatto)



14. Peacock bass Nigromaculata





Peacock Bass Nigromaculata ( from www.raubwelse.de/)


(teddy)

Related Posts:

Channa Maruliodes (Emperor Snakehead)


Channa Maruliodes atau sering disebut Jalai (Sumatera), Toman Bunga (Melayu), Peyang (Kalimantan) adalah ikan dari keluarga Channa (gabus-gabusan). Daerah penyebaran ikan ini di Indonesia adalah di pulau Kalimantan dan Sumatera. Di dunia ikan hias ikan ini lebih sering disebut dengan Maru.
  Channa Maruliodes (pict by Google)
Ciri fisik
Selama hidupnya Maruliodes mengalami tiga fase warna yakni saat masih bayi ukuran 3-10 cm Maruliodes berwarna gelap kebiru-biruan, pada fase kedua (ukuran 10-30 cm) Maruliodes akan berwarna coklat dengan perut warna putih hampir mirip seperti ikan gabus biasa (channa striata), pada fase ketiga yakni saat dewasa 40-100 cm Maruliodes akan mulai menampakkan warna aslinya yakni kekuningan seperti foto diatas. Dan ketika dewasa akan tumbuh corak berwarna hitam dengan pinggiran putih di sisiknya (bunga), yakni ketika maru memasuki usia 1,5 Tahun dan corak itu akan bertambah banyak seiring dengan bertambahnya umur. Di masing-masing daerah maru memiliki warna dan corak yang berbeda-beda
  1. Di Kalimantan

    Maruliodes yang sedari kecil hidup di sungai-sungai atau rawa-rawa di Kalimantan ketika dewasa akan memiliki warna orange kemerah - merahan dan hitam yang tegas di tubuhnya. Hal ini disebabkan karena di Kalimantan banyak terdapat lahan gambut yang membuat Ph air di sungai-sungai di Kalimantan menjadi rendah. Selain karena faktor itu menurut salah satu teman saya di komunitas IGY, Carlos : Warna maru juga dipengaruhi oleh adanya tanaman kelakai yakni semacam tanaman pakis yang tumbuh di pinggiran danau di Kalimantan, ketika musim kemarau tanaman tersebut akan mati mengering, setelah musim penghujan tiba tanaman kelakai kering tersebut masuk kedanau karena luapan air danau, sehingga menjadikan Ph air rendah, bahkan warna danau akan menjadi kemerahan. Hal ini berpengaruh terhadap warna ikan yang hidup di sana, Tak hanya maruliodes bahkan ikan lain seperti arwana, datz, dan botiapun pun warnanya menjadi kemerahan akibat habitat tersebut. Dibawah ini adalah foto Maruliodes Kalimantan milik mbak Iin :
                     red maru

  2. Di Sumatera

    Di Sumatera maruliodes dikenal dengan nama Jalai, warna maru di daerah sumatera cenderung berwarna gelap kekuningan dengan motif batik pada bagian ekornya. Di bawah ini adalah foto maru milik teman saya Muhamad Kafi :

                                      

Namun apabila dipelihara dari kecil baik maruliodes dari kalimantan ataupun dari sumatera tak ada beda nya. Warna yang akan muncul ketika dewasa tergantung pada perawatan kualitas air: Ph air, makanan, setingan tank dan umur ikan. Sebagai contoh, ini adalah maruliodes sumatera milik affi, warnanya kemerahan seperti maruliodes borneo wc:

                                    


Adapula yang warnanya jadi gelap total, warna maru bisa menjadi gelap seperti gambar dibawah ini selain dikarenakan faktor diatas  bisa juga karena sedang pairing.
                                  


Sebagai Ikan Hias
Di dunia internasional Maruliodes adalah ikan yang terkenal di kalangan penggila ikan predator. Keindahan dan gerakannya yang anggun menjadikan maruliodes sebagai salah satu ikan eksotis yang cukup mahal di luar negeri. Di pasaran lokal ikan ini juga mulai banyak diperjual-belikan sebagai ikan hias dan cukup diminati kalangan hobiis,  khususnya dikalangan penghobi ikan predator.
Di bawah ini adalah foto harga maruliodes yang di jual di salah satu toko ikan hias di jogja, foto diambil 2 tahun yang lalu oleh teman saya Dono




Sifat
Maruliodes termasuk ikan yang kalem dan "ramah", berbeda dengan jenis snakehead lainnya yang cenderung agresif dan susah di comtank. Channa Maruliodes adalah ikan yang paling saya sukai. selama saya memelihara ikan, lebih dari 30 maruliodes sudah saya pelihara. Namun tak pernah ada yang sampai ukuran 50 cm up, baik dikarenakan mati melompat ataupun kujual karena tergoda bujuk rayu duniawi. Sekarang saya cuma memelihara 2 ekor maruliodes dari Kalimantan dan satu lagi dari Sumatera. Mungkin 2 ekor maru ini akan saya pertahankan sampai mati :D





Maru Sumatera pertama saya tahun 2012



Maru Borneo kesayanganku






(teddy)

Related Posts:

Anubias Broadleaf (anubias Barteri var. barteri)

Anubias broadleaf adalah salah satu tumbuhan dari genus Anubias yang berasal dari Afrika. Tumbuhan ini bercirikan daunnya yang lebar dan tebal berbentuk hati serta memiliki pertumbuhan yang lambat. Anubias Broadleaf termasuk tumbuhan semi aquatic yang tumbuh di rawa-rawa atau daerah berair lainnya. Tanaman ini sudah dimanfaatkan oleh para hobiis aquascape dan hobiis ikan hias sebagai tanaman penghias tank.
pict by me
Di Pasaran
Anubias broadleaf sudah banyak diperjual belikan di toko-toko ikan hias dan toko-toko aquascape. Biasanya harga jualnya ditentukan oleh jumlah daun ataupun menurut ukuran rhizome. Saat saya menulis artikel ini harganya masih kisaran 5000-an rupiah per daun.

Perawatan
Perawatan Anubias cukuplah mudah. Tanaman ini tidak memerlukan banyak cahaya. Dalam merawat cukuplah beri pupuk cair atau pupuk dasar saja secara teratur guna memenuhi kebutuhan gizinya. Untuk menanamnya di akuarium cukup ikat rizom anubias di batu atau kayu agar tenggelam di air dan tidak bergerak kemana-mana. Karena tumbuhan anubias di alamnya tumbuh di daerah tropis maka tidak susah pula untuk mengembangbiakannya. Teman saya Gunawan dari Kabupaten Batang membudidaya tanaman ini hanya dengan kolam terpal yang dibiarkan terpapar matahari.

Saya suka tumbuhan ini karena memiliki kelebihan: daunnya dapat tumbuh besar serta keras dan tahan lama. kelebihannya tersebut menjadikannya cocok ditanam untuk memperindah tank ikan predator. Jika anda adalah seorang pemula di dunia tumbuh-tumbuhan seperti saya, anubias broadleaf mungkin bisa jadi pilihan utama, karena anubias broadleaf termasuk tumbuhan air yang kuat dan tidak memerlukan perawatan yang ribet.  Ketika keluar kota saya pernah menelantarkan tumbuhan ini. Tidak saya urus selama sebulan, tanpa lampu dan tanpa pupuk, masih hidup malah tumbuh tunas-tunas baru. Padahal tumbuhan lainnya yang satu tank dengannya mati. amazing! (Teddy)



photo kaskus

photo : kaskus


Related Posts:

Ikan Cupang Hias

Bukan bermaksud untuk merendah atau meninggi, tapi memang sebenarnya bukan kapasitas saya untuk membahas ikan yang satu ini karena pengetahuan saya tentang ikan cupang sangat  minim. Tetapi, karena ikan cupang memiliki kenangan tersendiri dalam masa kecil saya, maka saya akan coba membahasnya secara sederhana. Cupang memiliki kenangan tersendiri bagi saya karena ikan ini adalah salah satu ikan yang pertama kali saya kenal setelah guppy dan koi. Untuk mendapatkan ikan ini saya pada waktu kelas 2 SD pernah berjalan kaki dari desa saya ke desa Kramat di timur alun-alun kota sejauh 7 km.

Cupang atau sering disebut Betta atau Siem adalah ikan dari genus Osprhonemus yang persebarannya meliputi sebagian kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia. Ikan Cupang dikelompokkan menjadi 3 yakni: cupang aduan, cupang hias dan cupang alam.Cupang termasuk kategori ikan yang berukuran kecil dengan panjang tubuh maksimal antara 6 cm sampai 9 cm, tergantung jenisnya.

Sebagai ikan hias
Masyarakat Indonesia sudah sejak lama mengenal ikan cupang sebagai ikan hias, dikarenakan ikan ini memang memiliki keindahan pada warna serta pola nya. Selain itu juga dikarenakan pula ikan cupang adalah ikan yang mudah untuk dipelihara. Karena sudah sangat lama bersinggungan dengan masyarakat indonesia dan selalu bermunculan inovasi-inovasi yang menghasilkan cupang dengan jenis-jenis baru maka cupang menjadi ikan yang populer di Indonesia. Saking populernya, ikan ini masuk dalam kategori ikan wajib yang pasti tersedia ditoko-toko ikan hias. Kisaran harganyapun terjangkau yakni sekitar 1.500 - 50.000 rupiah untuk cupang dengan kualitas menengah kebawah. dan >50.000 Rupiah untuk kualitas yang bagus. Namun ada juga ikan cupang dengan harga ratusan sampai jutaan rupiah yakni untuk ikan cupang yang masuk kategori sangat amat unik ataupun ikan cupang yang sudah memenangkan berbagai macam kontes.

Pemeliharaan dan perawatan
Ikan cupang termasuk ikan yang mudah dipelihara dan tidak memerlukan tempat yang besar. Untuk memeliharan cupang biasanya penghobi hanya memakai akuarium dengan lebar 14-20 cm dan ada juga yang memakai botol-botol kecil atau toples. Untuk memelihara ikan ini akuarium tidak perlu dipasang sistem aerasi ataupun water pump karena ikan cupang adalah tipe ikan yang bernafas dengan labirin sehingga dalam bernafas ia mengambil udara langsung ke permukaan air.

Faktor yang sangat perlu diperhatikan dalam memelihara cupang adalah air. Untuk penggunaan air, lebih baik memakai air sumur biasa apabila menggunakan air PAM, air harus diendapkan dulu semalam untuk mengurangi kandungan bahan kimia yang biasanya terdapat di air PAM. Adapula hobiis yang menambahkan daun ketapang pada air yang akan dipakai untuk memelihara cupang. Daun ketapang berfungsi untuk menurunkan Ph air sehingga bakteri dan jamur akan susah berkembang dan ikan juga merasa nyaman, karena di habitat aslinya ikan cupang juga mendiami perairan dengan Ph air yang rendah.

Dalam menjaga kesehatan ikan cupang teruslah pantau kualitas air, karena kualitas air yang buruk dapat mempengaruhi kesehatan dan pertumbuhan ikan. Menurut teman saya Dharma, untuk menjaga kualitas air kita perlu mengganti air 3-7 hari sekali, atau mengganti airnya jika sudah dirasa kotor. Untuk menjaga agar air tidak cepat kotor berilah makanan secukupnya, jangan sampai ada sisa makanan di tempat pemeliharaan cupang. Jika cupang sakit usahakan jangan menggunakan bahan kimia seperti methyl blue untuk mengobatinya. Cukup gunakan obat alami saja seperti daun ketapang dan garam ikan. Karena penggunaan bahan-bahan kimia dapat mengurangi imunitas ikan terhadap bakteri dan jamur.
Apa makanan ikan cupang? Ikan cupang dewasa bisa diberi makanan cacing sutera, cacing tanah, jentik nyamuk, artemia dan pelet. Untuk cupang yang masih baby bisa diberi kutu air, rebusan telur atau tepung udang. Kualitas dari pakan yang kita berikan pada ikan cupang juga mempengaruhi kesehatan ikan. Usahakan jangan memberi makan cupang dengan jentik nyamuk atau kutu air yang didapatkan dari selokan yang kotor atau sudah terkontaminasi dengan bahan-bahan kimia seperti detergen, limbah kimia dan sabun tanpa mensterilkannya terlebih dahulu.

Yang membuat cupang menarik, salah satunya adalah karena jenisnya sangat beragam. Ikan cupang hias memiliki banyak kategori jenis, yakni :


Cupang Plakat

Cupang Plakat adalah ikan cupang yang mempunyai ekor paling pendek dibanding cupang hias jenis lainnya. Bentuk ekornya pendek membulat. Ikan ini berasal dari Thailand. Berdasar info yang saya baca, nama plakat berasal dari bahasa Thailand yang artinya cupang aduan. Karena memang pada awalnya cupang plakat dikembangbiakan untuk keperluan sebagai ikan aduan. Karena ekornya yang lebih pendek dibanding ikan cupang lainnya maka di Indonesia cupang plakat sering juga disebut dengan cupang ekor pendek. Ikan cupang plakat termasuk ikan yang mudah ditemukan di toko-toko ikan hias. Berikut adalah foto-foto cupang plakat dari teman-teman PIHIKU:


cupang red
Red Cooper (foto : riansa)
Fancy pict by samuel


PK mustard (pict by gatz)


Pk Lavender (pict by bowo)

 Plakat white opaque (pict by gatz)


Black cooper red wash (pict by bowo)

Dragon Line Fancy Monster Face (pict by riansa)



Cupang Halfmoon

Cupang halfmoon atau masyarakat awam menyebutnya dengan cupang ekor panjang adalah jenis ikan cupang dengan ekor paling panjang dibandingkan jenis cupang hias lainnya. Cupang ini juga merupakan cupang dengan perawatan yang paling susah daripada jenis cupang lainnya. Nama halfmoon dalam bahasa indonesia adalah separuh bulan hal ini merujuk pada ekornya yang berbentuk separuh lingkaran. Halfmoon cukup mudah ditemukan di toko-toko ikan hias dengan harga mulai dari 1500 Rupiah. Berikut adalah beberapa foto cupang halfmoon :
Betta
Halfmoon red (pict by bowo)


HM Blue full mask size M (pict by bowo)
Halfmoon white opaque by Dharma





Cupang crown tail

Cupang crown tail atau saya sering menyebutnya cupang serit adalah ikan cupang dengan ekor berbentuk seperti sobek-sobek tetapi beraturan. Crown yang jika diartikan dalam bahasa indonesia berarti mahkota merujuk pada bentuk ekor ikan ini yang mirip mahkota raja-raja eropa pada abad pertengahan. Beberapa jenis crowntail dilihat dari sobekan pada ujung ekornya terbagi dalam beberapa jenis yakni serit tunggal, serit ganda, serit empat, serit balon, dan serit menyilang.

Ikan ini dulu sangat jarang sekali dijumpai, saya pertama kali melihat cupang crowntail adalah sekitar tahun 2000an awal di salah satu toko ikan hias di Kudus. Tepatnya di toko "PUSAT AQUARIUM DAN IKAN HIAS" sebelah barat pom bensin Prambatan, Kudus. Karena jaman dulu masih jarang ikan cupang jenis crown tail di jual sangat mahal, yakni sekitar 50-100 ribu. jumlah uang tersebut di tahun segitu tergolong nominal yang besar.

Seiring dengan meningkatnya produksi ikan cupang crowntail oleh para peternak, Lambat laun harganyapun turun drastis. Di jaman sekarang ikan ini sangat mudah dijumpai di toko-toko ikan hias, harganyapun relatif terjangkau yakni kisaran >3.000 Rupiah. Berikut adalah salah satu foto crowntail :

Crown tail black orchid serit ganda (entah kenapa om dharma memberi watermarknya gede sekali hahaha)


Cupang double tail
Dinamakan double tail dikarenakan ikan ini pada bagian ekornya terbelah seakan-akan memiliki dua ekor/ekor ganda. Ikan ini termasuk jarang dijumpai di kios-kios ikan hias dan hanya kios ikan tertentu saja yang menjualnya. Menurut saya dari berbagai macam variasi bentuk ekor cupang, cupang double tail adalah ikan cupang dengan bentuk paling unik dan menarik. Berikut adalah beberapa foto ikan cupang jenis double tail :

betta
Halfmoon double tail halfmoon( by dharma)

betta
Plakat double tail white opaque (by Dharma)


Cupang Giant
Cupang giant adalah jenis cupang yang paling besar diantara jenis cupang lainnya. Kata "giant" sendiri dalam bahasa Indonesia berarti Raksasa. Ikan ini bisa mencapai panjang maksimal sekitar 9-10 cm. Ikan cupang jenis ini juga jarang dijual di kios-kios ikan hias dan hanya dijual di tempat-tempat tertentu saja.

Beberapa foto cupang giant :
Plakat black cooper giant (by dharma)
White platinum giant
White platinum giant (pict by dharma)
White platinum giant
Giant Besgel (by Riyan Fajar)




Cupang Bigig Ear
Seperti namanya cupang big ear adalah cupang dengan sirip renang lebih lebar dan tebal daripada jenis cupang lainnya. Hal tersebut menjadikan cupang ini sekilas terlihat seperti mempunyai kuping yang besar, kuping nyekantang kalau orang jawa bilangnya. Ikan cupang jenis ini adalah jenis cupang yang saya sukai juga, mungkin kelak aku akan memelihara cupang ini beberapa ekor.

berikut beberapa foto cupang big ear :






Beberapa pedagang cupang yang saya kenal di Kudus
Akhir-akhir ini di kota saya ikan-ikan jenis micro sedang banyak di gemari, mungkin karena harganya yang relatif murah, pakannya yang praktis dan tak memakan banyak tempat, selain itu bagi pedagang ikan dengan kategori ikan micro adalah ikan fast moving yang perputarannya di pasaran sangat cepat dibanding ikan hias lain. Dari sekian banyak jenis-jenis ikan micro tersebut yang paling ramai adalah cupang. Sesuai hukum alam yang berlaku. Maka bermunculanlah banyak pedagang ikan cupang di kota saya dan sekitarnya.
Namun dari kesemua pedagang cupang tersebut ada beberapa yang saya kenal baik, yakni Mas Ahmad Amin, Dharmawan dan Loekman hakim.

1. Ahmad Amin
Seorang pedagang cupang yang belum lama berkecimpung di dunia ikan hias dan sekarang sudah membuka peternakan cupang di sebelah pondok tempatnya mengajar mengaji. Selain cupang dia juga menjual berbagai jenis ikan lainnya seperti platy dan guppy. Selain dari hasil beternak sendiri Ahmad Amin juga mengambil ikan dari peternak lainnya. Ahmad Amin adalah seorang pedagang murni yang punya keuletan dan strategi yang cerdas untuk mengembangkan bisnisnya. Pertama kali saya ketemu Ahmad Amin adalah saat kopdar pertama komunitas PIHIKU.

Kolam milik Ahmad Amin


tempat Amin setelah terkena banjir masih di kunjungi pembeli


2. Dharma
Seorang hobiis cupang yang sekarang menjadi peternak sekaligus pedagang cupang dan sudah membuka kios di rumahnya. Mas Dharma adalah seorang yang cerdas dan piawai dalam menjaga kualitas ikan cupang. Hingga pelanggannya tersebar luas diseluruh Indonesia, bahkan sampai mancanegara.

kios dharma betta
3. Loekman Hakim
Seorang hobiis ikan asal demak yang juga berjualan ikan cupang di rumahnya. Karena tempetnya kecil maka dia hanya melayani pembelian cupang eceran. Meskipun begitu, jenis cupangnya  tak kalah beragam dengan pedagang besar lainnya. Ikan-ikan cupang Loekman kebanyakan didatangkannya dari Semarang.

cupang milik loekman yang ditempatkan di tank aquascape



Hanya itu saja yang bisa saya bahas tentang cupang. Semoga kedepannya para peternak bisa lebih solid dan dapat mencetak cupang-cupang yang semakin berkualitas. Teruslah berkarya dan menciptakan inovasi-inovasi baru. Ganbatte Kudesai! (Teddy)











Related Posts: